MAKALAH PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Di era globalisasi ini banyak sekali warga negara Indonesia yang mempunyai kepribadian baik. Kepribadian sangat mencerminkan perilaku seseorang, maka dengan adanya mata kuliah ini kita diajarkan menjadi seorang pribadi yang mempunyai kepribadian yang sangat baik. Setiap orang  sama seperti kebanyakan atau bahkan semua orang lain, kita bisa tahu apa yang diperbuat seseorang dalam situasi tertentu berdasarkan pengalaman diri kita sendiri. Kenyataanya, dalam banyak segi, setiap orang adalah unik, khas. Akibatnya yang lebih sering terjadi adalah kita mengalami salah paham dengan teman kampus, sejawat di kantor tetangga bahkan dengan suami atau istri dan anak-anak kita dirumah. Psikologi kepribadian adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi kepribadian merupakan salah satu ilmu dasar yang penting guna memahami ilmu psikologi. Teori psikoanalisis yang menjadi teori yang paling komprehensif diantara teori kepribadian lainnya.

B.    RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana teori kepribadian psikoanalisis menurut Sigmubd Freud ?
2.    Apa saja yang dibahas mengenai kepribadian yang diungkap oleh Sigmud Freud ?

C.    BATASAN MASALAH
1.    Biografi sigmund freud
2.    Dasar teori psikoanalisis sigmund freud
3.    Struktur kepribadian
4.    Dinamika kepribadian
5.    Perkembangan kepribadian
6.    Bentuk-bentuk pertahanan

D.    TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui lebih mengenaiteori psikoanalisis sigmund freud, biografi sigmund freud, struktur kepribadian, dinamika kepribadian serta perkembangan kepribadian menurut sigmund freud. Selain itu penulis juga mengharapkan dengan adanya makalah ini maka pembaca akan lebih memahami tentang apa yang ditulis dalam makalah ini.

E.    METODE PENULISAN
Metode yang penulis gunakan dalam penulisan makalah ini adalah pustaka. Metode pustaka yaitu dengan mencari beberapa referensi dar berbagai judul buku. Dan dari referensi itu dirangkum dan dikumpulkan serta diambil kesimpulan sehingga makalah ini selesai.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    BIOGRAFI SIGMUND FREUD
Sigmund freud lahir di Moravia, 6 mei 1856 dan meninggal di London 23 september 1939 berasal dari keluarha Yahudi. Mempunyai seorang istri bernama Martha Barneys dan mempunyai 6 orang anak, serta putrinya , anna Freud memjadi penganut Freudinamisme. Sigmund Freud masuk fakultas kedokteran universitas kedokteran wina pada tahub 1873-1881, spesialisasi dokter ahli syaraf dan penyakit jiwa (psikiatri). Pada tahun 1894 Freud belajar terapi histeri pada Jean Caharcot di Paris. Tahun 1895 ia kembali ke Wina bekerja sama dengan Dr. Joseph Breur dengan metode asosiasi bebas. Tahun 1895 Freud bersama Breur menulis tentang kasus-kasus histeri. Tahun 1923 Freud kena  penyakit kanker rahang dan pernah dioperasi selama 30 kali.

B.    DASAR-DASAR TEORI PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD
Sumbangan Freud dalam teori kepribadian substansial sekaligus diantara teori kepribadian substansial sekaligus kontroversial. Teori psikoanalisis menjadi teori yang paling komprehensif diantar teori kepribadian lainnya, namun juga mendapat tanggapan yang baik tanggapan positif maupun negatif. Peran penting dari ketidaksadaraj beserta insting-insting seks dan agresi yang ada didalamnya dalam pengaturan tingkah laku, menjadi karya/temuan monumental Freud. Sistematik yang dipakai Freud dalam mendeskripsi kepribadian menjadi tiga pokok yaitu : struktur kepribadian. Dinamika kepribadian, dan perkembangan kepribadian.

C.    STRUKTUR KEPRIBADIAN
1.    Sadar  (conscious)
Tingkat kesadaran yang berisi semua hal yang kita cermati pada saat tertentu. Menurut Freud hanya sebagian kecil saja dari kehidupan mental (fikiran, persepsi,perasaan, dan ingatan) yang masuk ke kesadaran (consciousness).

2.    Prasadar (preconscious)
Prasadar disebut juga ingatan siap (available memory), yakni tingkat kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan tidak sadar. 

3.    Taksadar (Unconscious)
Yaitu bagian yang paling dalam dari struktur kesadaran dan menurut Freud merupakan bagian terpenting dari jiwa manusia. Ketidaksadaran itu berisi insting , impuks dan drivers yang dibawa dari lahir , dan pengalaman-pengalaman traumatik (biasanya pada masa anak-anak) yang ditekan oleh kesadaran dipindah ke daerah taksadar. 

D.    WILAYAH PIKIRAN
1.    Id
Id beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan (pleasure principle) yaitu berusaha memperoleh kenikmatan dan menghindari rasa sakit. Pleasure principle diproses dengan dua cara yaitu :


a.    Tindak refleks (refleks actions)
Adalah reaksi otomatis yang dibawa sejak lahir seperti mengejapkan mata yang dipakai untuk menangani pemuasan rangsang sederhana dan biasanya segera dapat dilakukan.

b.    Proses primer (primery process)
Adalah reaksi membayangkan / mengkhayal sesuatu yang dapat mengurangi atau menghilangkan tegangan-dipakai untuk menangani stimulus kompleks, seperti bayi yang lapar membayangkan makanan atau puting ibunya. 

2.    Ego
Ego adalah eksekutif atau pelaksana dari kepribadian yang memiliki dua tugas utama yaitu : memilih stimuli mana yang hendak direspon dan atau insting mana yang akan dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Serta menentukan kapan dan bagaimana kebutuhan itu dipuaskan sesuai dengan tersedianya peluang yang resikonya minimal. Ego sebenarnya bekerja untuk memuaskan id, karena itu ego yang tidak memiliki energi sendiri akan memperoleh energi dari id.

3.    Superego
Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan, menghukum dengan keras kesalahan ego, baik yang telah dilakukan maupun baru dalam fikiran. Ada tiga fungsi superego : mendorong ego menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan moralistik, merintangi impuls id terutama impuls seksual dan agresif yang bertentangan dengan standar nilai masyarakat, mengejar kesempurnaan.

E.    DINAMIKA KEPRIBADIAN

1.    Insting sebagai energi psikis
Insting adalah perwujudan psikologi dari kebutuhan tubuh yang menuntut pemuasan misalnya insting lapar berasal dari kebutuhan tubuh secara fisiologis sebagai kekurangan nutrisi, dan secara psikologis dalam bentuk keinginan makan. 

a.    Sumber insting : kondisi jasmaniah atau kebutuhan tubuh menuntut keadaan yang seimbang serta terus menerus dan kekurangan nutrisi misalnya akan mengganggu keseimbangan sehingga memunculkan insting lapar.

b.    Tujuan insting : segala aktivitas yang menjadi perantara keinginan dan terpenuhinya keinginan itu. Misalnya, tujuan isnting lapar ialah menghilangkan keadaan kekurangan makan dengan cara makan.

c.    Obyek insting : misalnya obyek insting makan, bukan hanya makanan , tetapi meliputi kegiatan mencari uang, membeli makanan dan meyajikan makanan itu.

d.    Pendorong atau penggerak insting : misalnya makin lapar orang  (sampai batas tertentu)penggerak instingnya semakin besar.

2.    Jenis-jenis insting
a.    Insting hidup (Life Instinct)
Disebut juga EROS adalah dorongan yang menjamin survival dan reproduksi , seperti lapar, haus, dan seks

b.    Insting mati (Death Instinct)
Disebut juga insting-insting merusak (destruktif). Ini fungsinya kurang jelas jika dibandingkan dengan insting hidup, karenanya tidak begitu dikenal. 

3.    Kecemasan
Adalah variabel penting dari hampir semua teori kepribadian. Kecemasan akan timbul manakala orang tidak siap menghadapi ancaman.
a.    Kecemasan realistis (Realistic Anxiety)
Adalah takut kepada bahaya yang nyata ada didunia luar. 

b.    Kecemasan neureotis (neurotic anxiety)
Ketakutan terhadap hukuman yang bakal diterima dari orangtua atau figur penguasa lainnya kalau seseorang memuaskan insting dengan caranya sendiri, yang diyakininya bakal menuai hukuman. Hukuman belum diterimanya, karena orang tua belum tentu mengetahui pelanggaran yang dilakukannya , dan misalnya orang tua mengetahui juga belum tentu menjatuhkan hukuman. 

c.    Kecemasan moral (Moral Anxiety)
Kecemasan kata hati, kecemasan ini timbul ketika orang melanggar standar nilai orang tua.

4.    Mekanisme pertahanan Ego
Menurut Freud mekanisme pertahanan ego itu adalah mekanisme yang rumit dan banyak macamnya, adapun mekanisme yang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari ada tujug macam, yaitu :

a.    Identifikasi
Cara meredukasi tegangan dengan meniru (mengimitasi) atau mengidentifikasikan dirinya dengan orang yang dianggap lebih berhasil memuaskan hasratnya dibanding dirinya. Mekanisme pertahanan identifikasi umumnya dipakai untuk tiga macam tujuan yaitu :
·    Merpakan cara orang dapat memperoleh kembali sesuatu (obyek) yang telah hilang
·    Untuk mengatasi rasa takut
·    Melalui identifikasi orang memeproleh informasi baru dengan mencocokkan khayalan mental dengan kenyataan

b.    Pemindahan / reaksi kompromi
Ada tiga macam reaksi kompromi yaitu :
·    Sublimasi adalah kompromi yang menghasilkan prestasi budaya yang lebih tinggi, diterima, masyarakat sebagai kultural kreatif.
·    Subtitusi adalah pemindahan atau kompromi dimana kepuasan yang diperoleh masih mirip dengan kepuasan aslinya.
·    Kompensasi adalah kompromi dengan mengganti insting yang harus dipuaskan.

c.    Represi
Adalah proses ego memakai kekuatan anticathexes untuk menekan segala sesuatu (ide,insting,ingatan,fikiran) yang dapat menimbulkan kecemasan keluar dari kesadaran.

d.    Fiksasi dan Regresi
Fiksasi adalah terhentinya perkembangan normal pada tahap perkembangan  tertentu karena perkembangan lanjutannya sangat sukar sehingga menimbulakn frustasi dan kecemasan yang terlalu kuat. Frustasi, kecemasan dan pengalaman traumatik yang sangat kuat pada tahap perkembangan tertentu, dapat berakibat orang regresi : mundur ketahap perkembangan yang terdahulu, dimana ia merasa puas disana. 

e.    Proyeksi
Adalah mekanisme mengubah kecemasan neurotis atau moral menjadi kecemasan realistis, dengan cara melemparkan impuls-impuls internal yang mengancam dipindahkan ke obyek diluar, sehingga seolah-olah ancaman itu teproyeksi dari obyek eksternal kepada diri orang itu sendiri.

f.    Introyeksi
Adalah mekanisme pertahanan dimana seseorang meleburkan sifat-sifat positif orang lain kedalam egonya sendiri. Misalnya, seseorang anak yang meniru gaya tingkah laku bintang film menjadi introyeksim kalau peniruan itu dapat meningkatkan harga diri dan menekankan perasaan rendah diri, sehingga anak itu merasa lebih bangga dengan dirinya sendiri.

g.    Pembentukan reaksi
Misalnya, benci diganti cinta, rasa bermusuhan diganti dengan ekpresi persahabatan.

F.    PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

a.    Fase oral (usia 0-1 tahun)
Pada fase ini, daerah erogen yang paling penting dan peka adalah mulut, yakni berkaitan dengan pemuasan kebutuhan dasar akan makanan atau air. Stimulasi atau perangsangan atas mulut seperti mengisap, bagi bayo merupakan tingkah laku yang menimbulkan kesenangan atau kepuasan. 

b.    Fase anal (usia 1-2/3 tahun)
Pada fase ini, fokus dari energi libidal dialihkan dari mulut ke daerah dubur serta kesenangan atau kepuasan diperoleh dari kaitannya dengan tindakan mempermainkan atau menahan faeces (kotoran) pada fase ini pula lah anak mulai diperkenalkan kepada aturan-aturan kebersihan  oleh orang tua nya melalui toilet trainning, yakni latihan mengenai bagaiman dan dimana seharusnya seseorang anak membuang kotorannya.

c.    Fase falis (usia 2/3 tahun- 5/6 tahun)
Pada fase ini anak ulai tertarik kepada alat kelaminnya sendiri , dan mempermainkannya dengan maksud memperoleh kepuasan. 

d.    Fase Laten (usia 5/6 -12/13 tahun)
Pada fase ini  anak mengalami periode perbedaan impuls seksual .

e.    Fase genital
Fase ini dimulai dengan perubahan biokimia dan fisiologi dalam diri remaja. Pada fase ini , impuls seks itu mulai disalurkan ke obyek diluar, seperti : berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, meyiapkan karir, cinta lain jenis, perkawinan dan keluarga.

G.    BENTUK-BENTUK PERTAHANAN
a.    Penolakan
b.    Represi
c.    Asketisisme
d.    Isolasi
e.    Penggantian
f.    Melawan diri sendiri

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Dalam teori psikoanalisis, kepribadian dipandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur  atau sistem yakni:
1.    Id
2.    Ego
3.    Superego

Freud mengatakan gagasan bahwa energi fisik bisa diubah ,enjadi energi psikis dan sebaliknya. Yang menjembatani energi fisik dengan kepribadian adalah id dengan naluri-nalurinya (instingnya).
1.    Insting
2.    Macam-macam insting
3.    Penyaluran dan penggunaan energi psikis
4.    Kecemasan
5.    Mekanisme pertahanan ego yang dapat diuraikan menjadi tujuh macam mekanisme pertahanan ego yaitu :
·    Identifikasi
·    Displecement
·    Represi
·    Fiksasi dan regresi
·    Proyeksi
·    Introyeksi
·    Pembentukan reaksi

Tahap perkembangan kepribadian :
1.    Fase oral
2.    Fase anal
3.    Fase falis
4.    Fase laten
5.    Fase genital

B.    SARAN

Dalam penyusunan makalah ini, saya menyadari masih terdapat kelemahan-kelemahan. Untuk itu, saya sangat mengharapkan saran dan masukan dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini dikemudian hari.  Atas saran dan masukannya, saya selaku penulis makalah mengucapkan terimakasih.



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I    PENDAHULUAN
a.    Latar belakang
b.    Rumusan masalah
c.    Batasan masalah
d.    Tujuan penulisan
e.    Metode penulisan

BAB II    PEMBAHASAN
a.    Biografi Sigmund Freud
b.    Dasar teori psikoanalisis Sigmund Freud
c.    Struktur kepribadian
·    Tingkat kehidupan mental
·    Wilayah pikiran
d.    Dinamikan kepribadian
·    Insting sebagai energi psikis
·    Jenis-jenis Insting
·    Kecemasan
·    Mekanisme pertahanan ego
e.    Perkembangan kepribadian

 BAB III     PENUTUP
a.    Kesimpulan
b.    Saran


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya jualah akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Psikoanalisis Sigmund Freud” tepat pada waktunya. Penulis menyadari banyak kekerungan dalam penulis makalah ini. Penulis, juga berusaha semaksimal mungkin dalam penyelesaiannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat menyempurnakan penulisan makalah ini. Akhir kata, penulis mengharapkan semoga penyusunan makalah bermanfaat bagi kita semua.
Banyuwangi,

Penulis

1 komentar:

  1. Boleh tau sumber bukunya? Biar bisa di kutip di makalah saya hehe

    BalasHapus