Contoh Pidato Bahasa Jawa Perpisahan Kelas


Perpisahan Kelas Sanga

Assalamu’alaikum Wr. Wb
 Ingkang kinurmatan Bapak Kepala Sekolah ugi Bapak / Ibu Guru ingkang satuhu luhuring budi lan rencan –rencang kelas 9 ingkang kula tresnani.
 Mangga kita sedaya  ngaturaken puji  syukur  dhumateng Gusti ingkang maha Agung ingkang sampun maringaken sedaya nikmat lan kewarasan dateng kita sedaya dumugi sakmenika kita sedaya  saged kempal wonten adicara perpisahan sak menika.
Kula, wakil sangking rencang-rencang kelas 9 ngaturaken maturnuwun engkang sak ageng-agengipun kagem Bapak/Ibu Guru ingkang sampun nggulawentah kula lan sak rencang-rencang dhateng pawiyatan menika ingkang dangunipun tigang warsa.
Mboten kraos kula lan rencang sebrayat sampun nglampahi ngangsu kawruh wonten ing paiwiyatan mriki wonten ingkang adicara menika, kula kiyambak tuhu rencang-rencang nyuwun agenging pangapunten sangking Bapak/Ibu Guru amergi wonten ing tigang warsa ngangsu kawruh wonten pawiyatan mriki kula lan sak rencang mbok menawi gadah kalepatan ingkang dipun sengaja lan mboten disengaja. Mugi-mugi Bapak/Ibu Guru kersa ngapuntenaken sedaya kelepatan kula lan rencang-rencang.
Satuhunipun kula lan rencang-rencang awrat sangat bade nilaraken pawiyatan menika amergi sedaya sampun kadhos sederek lan kaluwarga. Namung, amergi kula sak rencang-rencang kedah nglanjutaken ngangsu kawruh wonten ing pawiyatan ingkang luwih inggil, kula lan rencang-rencang saged dening ikhlas nilaraken pawiyatan menika.
 Kadosipun sampun cekap anggenipun kula matur. Bilih menawi wonten kalepatan kula nyuwun agengin pangapunten.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Logo Sekolah SMP SMA SMK Universitas Di Banyuwangi


Logo SMK 17 Agustus 1945 cluring ( smk 17 cluring  )
Logo SMA Negeri 1 Purwoharjo  ( smanpur )


Logo SMP Negeri I Purwoharjo


Logo SMA PGRI Purwoharjo
Logo SMPN 2 Purwoharjo

Logo SMA Negeri 1 Cluring ( smaring )


 Logo Universitas Banyuwangi ( UNIBA )

Logo Sekolah Tinggi Islam Blamangan Banyuwangi
( STIB )



Logo Sekolah Tinggi Islam Darusalam Blokagung
( STAIDA Banyuwangi )
Logo Universitas Bakti Banyuwangi 
( UBI )



Logo Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
( UNTAG Banyuwangi )

Logo SMK Darul Ulum


Logo SMK  Negeri Tegalsari


Logo  PGRI
Logo OSIS 


Logo Kabupaten Banyuwangi

Logo SMA AL - HIMKAH Muncar


Logo SMP Negeri 1 Cluring

Logo PAUD PERMATA - curahpalung cluring

LOGO MA ROUDLOTUL MUTA'ALLIMIN SIMBAR CLURING BANYUWANGI

LOGO SMA BHAKTI NEGERA PURWOHARJO - BANYUWANGI

LOGO SMP NEGERI 1 TEGALDLIMO 


LOGO SMK 17 AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO



BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP DAN FUNGSINYA


MIKROSKOP

  

mikroskop yaitu peralatan yang didesain untuk memperbesar gambaran objek atau specimen yang berukuran kecil. Mikroskop membantu mikrobiologis dalam mempelajari dan mendapatkan informasi tentang ciri-ciri organisme 

Mikroskop pertama kali dikembangkan pada abad ke-16 yang menggunakan lensa sederhana untuk mengatur cahaya biasa.Pertama kali perbesaran terbatas kira-kira 10 kali dari ukuran objek sebenarnya.Setelah mengalami perbaikan akhirnya perbesaran bisa mencapai 270 sampai 400 kali.

Penemu sel dalam susunan organisme adalah bersamaan dengan munculnya pemakaian mikroskop, yaitu Mikroskop Cahaya ( mikroskop yang sering digunakan dalam biologi ), okuler baik yang berlensa tunggal atau dikenal dengan nama Mikroskop Monokuler maupun yang berlensa ganda atau yang dikenal dengan nama Mikroskop Binokuler. Sesungguhnya untuk meneliti sejarah pemakaian mikroskop dengan perbaikan-perbaikan yang sangat sulit.

Dapat dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan yang melengkung sudah dilakukan olehEuclid ( 3000SM ), Ptolemy ( 127-151 ), dan oleh Alhazan pada awal abad ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum dilakukan. Baru pada abad ke-16, Leonardo da Vinci dan Maurolycomempergunakan lensa untuk melihat benda-benda yang kecil.

Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachary dan Francis Jansen pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung.Penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop.Tahun 1610 Galileo dengan kombinasi beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah tabung timah untuk pertama kalinya berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana.
Tahun 1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya

Dari keterbatasan daya urai sebuah mikroskop, apabila dianalisis dengan menggunakan rumus Abbe, ternyata tidak terlalu dipengaruhi oleh lensa mikroskop, melainkan dipengaruhi oleh panjang gelombang cahaya yang dipakai.Pada awal abad ke-17 telah ditemukan mikroskop dengan bentuk lensa tunggal. Cara menggunakan mikroskop ini adalah dengan meletakkan objek yang diperiksa pada ujung jarum dan sisi lain lensa dibawa kedekat mata. Dengan menekan atau mengendorkan jarum didepan lensa, maka akan diperoleh titik fokusnya.

Bagian_Bagian Mikroskop
1.    kaki atau basis, dapat berbentuk persegi, tapal kuda, at u bentuk yang lain.

2.  Tangkai,  merupakan  penyokong  teropong  yang  menjadi  penghubung  antara  kaki dengan teropong.

3.  Meja benda, merupakan tempat untuk meletakkan preparat.

4.  Skrup-skrup  penggerak  sediaan,  jumlahnya  2  tersusun  pada  satu  sumbu yang  berguna  untuk  menggerakkan  sediaan  kemuka  dan  kebelakang (sekrup  atas)  ;  sedangkan  sekrup  bawah  untuk  menggerakkan  sediaan kekiri dan kekanan. Sekrup-sekrup pengatur jarak antara teropong dengan sediaan, jumlahnya 2 buah atau menjadi satu nampak sebuah sekrup saja. Pada tipe mikroskop ini hanya  ada  satu  buah  sekrup  yang  mempunyai2 fungsi  ;  yaitu  sebagai pengatur/penggerak  kasar  disebut  :  Makrometer  ;  dan  sebagai  penggerak halus disebut : micrometer

5.  Teropong, tediri atas:

a.   Lensa  obyektif yang  letaknya  dekat  dengan  sediaan  biasanya 2,3 lensa dipasang  sekaligus  pada  revolver  yang  dapat  diputar. Lensa objektif  biasanya mempunyai perbesaran4, 10, 40, 100 x.

b.   Lensa  okuler,  yang  letaknya  dibagian  atas  teropong.  Oleh  karena  jumlahnya satu  maka.  disebut  monokuler,biasanya  mempunyai  perbesaran5,  6, 10, atau 12 x.  pada  lense.  okuler  sering  tampak  garis  hitam  menuju  pusat  pandangan, ini sesungguhnya suatu tambahan saja yang dimaksudkan sebagai penunjuk.

c.   Diafragma, ialah bagian yang dapat untuk mengatur banyaknya sinar masuk dengan mengatur tangkainya.

d.   Kondensor, ialah  bagian  yang  terdiri  atas  lensa,  berguna  untuk  mengatur pernusatan sinar.

e.   Filter, berupa gelas bundar yang berwarna biru, hijau, atau warna lain yang berguna untuk mengurangi silau, atau untuk penegasan gambar,

f.   cermin ,  alat untuk menangkap cahaya.  Biasanya terdi i 2 rnacarn yaitu cermin datar,  sebaliknya  adalah  cermin  cekung.  untuk  keadaan  terang  digunakan  cermin datar, sedang dalam keadaan agakgelap digunakan cermin cekung.

Bagian mekanis Mikroskop
Mikroskop monokuler khas dengan memperlihatkan sifat-sifat optik dan mekanik. Bagian ini bersifat sekunder.Bagian mekanis dari mikroskop ini terdiri atas :

1.   Kaki/dasar atau basis.
Dapat berbentuk tapal kuda, persegi atau bentuk yang lain.

2.  Pilar, lengan dan engsel.
Di atas kaki terdapat pilar, diatas pilar terdapat lengan.Bagian pilar dan lengan dihubungkan oleh engsel   penggerak yang berfungsi untuk mengatur kedudukan mikroskop sesuai dengan yang dikehendaki.

3.  Meja benda
Merupakan tempat untuk meletakkan benda/spesimen yang akan diamati. Pada bagian tengah meja terdapat lubang yang berfungsi untuk meluruskan cahaya yang dipantulkan dari cermin.

4.  Tabung
Untuk memisahkan lensa onjektif dari lensa okuler.

5.  Penjepit
Digunakan untuk menjepit kaca benda agar tidak bergerak pada saat
diletakkan diatas meja/panggung.

6.  Penyesuaian halus dan kasar
Untuk menaikkan dan menurunkan lensa objektif sehingga dapatmemfokuskan spesimen.

7.  Kerangka

Untuk menyangga semua bagian mikroskop.

Bagian optik
Bagian ini terdiri atas cermin, lensa objektif, lensa okuler.Alat-alat tersebut merupakan bagian utama atau primer dari sebuah mikroskop.

a.  Cermin
Pada setiap mikroskop selalu dilengkapi cermin dengan permukaan ganda yaitu permukaan datar dan cekung. Cermin pada mikroskop digunakan untuk memantulkan cahaya ke arah spesimen ( kadang-kadang sebagai gantinya digunakan sumber cahaya didalam ). Permukaan datar digunakan apabila cahaya yang ada banyak sedangkan cekung untuk cahaya yang kurang, sebab cermin cekung selain memantulkan cahaya juga mengumpulkan cahaya lebih dahulu.

b.  Lensa objektif
Lensa objektif letaknya dekat dengan sediaan, biasanya terdapat 2,3 atau lebih lensa dipasang sekaligus pada revolver yang akan diputar. Jika ingin mengubah posisi lensa maka revolver yang diputar.Pada umumnya dijumpai mikroskop dengan 3 lensa objektif yaitu daya rendah, daya tinggi dan imersi minyak.Lensa terakhir adalah yang berdaya tertinggi dia antara ketiganya dan digunakan khusus untuk mengamati bakteri.Yang dinamakan lensa objektif berdaya tinggi sebenarnya berdaya menengah karena tidak memerlukan minyak, lazim disebut tinggi-kering.Jika diperhatikan pada batang lensa objektif tertera angka yang perlu untuk dipahami.

c.  Lensa okuler

Terletak pada bagian atas tabung dan berdekatan dengan mata apabila seseorang mengamati objek dengan mikroskop. Lensa okuler dibuat dalam berbagai perbesaran yang berbeda, yaitu 5X, 10X, 15X. ( X berarti berapa kali ukuran sebenarnya ), namun lazim dipakai 10X.

Pada lensa okuler sering tampak hitam menuju pusat pandangan, yang dimaksud sebagai penunjuk yang sesungguhnya suatu tambahan saja. Perbesaran total sebuah mikroskop dapat diperoleh dengan mengalihkan angka-angka pada lensa objektif dan lensa okuler yang digunakan. Bila dikehendaki perbesaran yang lebih kuat lagi 1000X keatas agar mendapat bayangan yang baik diperlukan minyak emirse yang diletakkan diantara ujung lensa objektif terpakai dengan permukaan kaca penutup preparat mikroskopis sehingga tidak terdapat udara.

TEKS OBSERVASI, TEKS PROSEDUR KOMPLEKS, TEKS EKSPOSISI



TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

1.   Pengertian Prosedur Kompleks

Pengenalan struktur isi teks prosedur kompleks
Prosedur Kompleks    : jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibalik-balik, tetapi apabila teks prosedur mengandung langkah-langkah yang dapat dibalik-balik, teks tersebut disebut protokol.

2.   Struktur Teks Prosedur Kompleks

Tujuan yang akan dicapai berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks atau hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul). Langkah-langkah Berisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan (biasanya tidak dapat diubah urutannya)

3.   Ciri Kebahasaan
Konjungsi  Temporal (kata penghubung waktu)

Macam-Macam Konjungsi
a.    Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu
b.    Konjungsi gabungan : dan, serta, dengan
c.    Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan
d.    Konjungsi pilihan : atau
e.    Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun
f.     Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asal
g.    konjungsi tujuan : agar, supaya, untuk
h.    Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila
i.     Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni
j.     Konjungsi penjelasan : bahwa
k.    Konjungsi sebab akibat : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya
l.     Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupa
m.   Konjungsi penyimpulan :oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian

Kata Baku dan Tidak Baku

Kata Baku adalah kata standar, pokok, atau utama yang menjadi tolok ukur yang berlaku
contoh :

Baku-Tidak Baku
Aktif-Aktip
Aktivitas-Aktifitas
Apotek-Apotik
Analisis-Analisa
Asas-Azas
Atlet-Atlit
Atmosfer-Atmosfir
Cenderamata-Cinderamata
Definisi-Difinisi
Februari-Pebruari
Hakikat-Hakekat
Hipotesis-Hipotesa
Hierarki-Hirarki
Ijazah-Ijasah
Izin-Ijin
Jadwal-Jadual
Jenazah-Jenasah

Partisipan Manusia

Meliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya, seperti –nya (kata ganti orang ketiga tunggal) yang mengacu pada subjek (orang)
Contoh :
Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya.

Verba

a.    Verba material :  verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan, memukul, menilang)
b.    Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada  ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak

4.   Kaidah Teks Prosedur Kompleks

Banyak dijumpai kalimat perintah. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah adalah pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan. seperti : bacalah, carilah, pakailah.

5.   Prinsip

a.    Makna kata, istilah dalam teks prosedur kompleks
b.    Kata-kata baku dan tidak baku dalam teks prosedur komleks.
c.    Pengenalan ciri bahasa  teks prosedur kompleks
d.    Ciri bahasa yang dipergunakan dalam teks prosedur kompleks adalah bahasa dengan
       mempergunakan kaidah baku dan komunikatif.

Contoh Teks Prosedur Kompleks dan Analisanya
Cara Efektif Berhenti Merokok

Berhenti dari kebiasaan merokok merupakan hal yang cukup sulit. Entah apa yang membuat rokok sangat diminati oleh manusia. Meskipun sudah ditulis kerugian dari merokok dikemasannya. Benda yang berbentuk silinder ini pertama kali digunakan oleh suku bangsa Indian di Amerika, untuk kepentingan ritual. Untuk kepentingan ritual? lalu kenapa rokok menjadi trend?.

Katanya nih rokok mempunyai beberapa keuntungan tapi masih belum biasa mengalahkan kerugian  menjadi seorang perokok. Seperti, dengan  Merokok katanya Mengurangi Resiko Parkinson, kemudian Nikotin membunuh kuman penyebab tuberculosis (TBC), Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke, dan Perokok terhindar dari anemia. Selain itu beberapa orang mengatakan dengan merokok orang terlihat gaul, maco, keren, dan trendy. Welehh, terus berasap dimulut sampai paru-paru dikatakan katakan keren gitu? tidak logis.

Lalu apa kerugian merokok? ya pikir aja sendiri mulai dari kesehatan manusia,  kesehatan kantong untung keluarga alias merusak ekonomi manusia, sampai merusak lingkungan seperti polusi, menipisnya ozon bumi dan akirnya mengundang bencana.
Oke pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara berhenti merokok?

Pertama, Konsultasi Dengan Dokter
Ini adalah cara yang paling saya sarankan, bertanyalah kepada dokter ataupun ahli kesehatan bagaimana cara berhenti merokok dengan cepat. Biasanya dokter juga memiliki resep untuk menghilangkan ketergantungan pada nikotin.

 Kedua, Bantu dengan olahraga
Melakukan olahraga ringan secara rutin seperti melakukan jogging akan membantu proses berhenti merokok. Olahraga akan meningkatkan mood dan kesadaran serta meningkatkan energi dan menghilangkan stress akibat kecanduan rokok.

 Ketiga, Berhenti Secara Bertahap
Untuk benar-benar lepas dari kecanduan merokok ada baiknya anda melakukannya secara bertahap. Dengan cara ini kita dapat mengkontrol pikiran masing-masing jika tubuh Anda perlahan-lahan tidak membutuhkan nikotin dari hari ke hari. Misalnya begini : jika biasanya sehari anda menghabiskan 1 bungkus rokok, maka usahakan sehari anda cukup mengkonsumsi 6 buah, kemudian 3 buah dan seterusnya hingga anda bisa benar-benar lepas dari jerat rokok.

 Keempat, Support Dari Lingkungan
Jika anda ingin benar-benar berhenti merokok maka mintalah bantuan keluarga anda untuk mengingatkan anda. Selain keluarga peran teman-teman terdekat anda juga dapat membantu usaha anda untuk berhenti merokok.

 Kelima, Sibukkan Diri Anda
Biasanya orang merokok di saat waktu senggang, dengan mencari kesibukan lain akan membuat anda lupa dengan rokok. Isi waktu anda dengan melakukan apa saja yang anda suka seperti olahraga dan berekreasi.

 Mulai sekarang juga! bulatkan tekad anda untuk berhenti merokok. Niatkan bahwa dengan berhenti merokok anda sedang memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan anda.
Nah, sebenarnya faktor penentu utama keberhasilan merokok adalah dari dalam diri sendiri. Tekad yang kuat dan kesadaran akan bahaya rokok terlebih dahulu harus anda pahami untuk dapat lepas secara total dari kecanduan rokok.

Analisa :

A. Tujuan :
Agar hidup lebih sehat. Sehat keluarga, tidak merusak lingkungan, sampai   menipisnya ozon bumi

B. Langkah – Langkah :

1. Konsultasi dengan dokter
2. Olahraga ringan secara rutin
3. Berhenti secara bertahap
4. Dukungan keluarga dan teman-teman
5. Menyibukkan diri dengan hal-hal positif

C. Temporal : Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat, dan Kelima
D. Partisipan : Anda, Seorang dan Kita
E. Kata Konjungsi Waktu : Lalu, Kemudian, Setelah, dan Selanjutnya
F. Verba Material : Melakukan, Menghabiskan, dan Mengkonsumsi
G. Verba Sikap :
H. Kalimat Imperatif : mintalah bantuan keluarga, Mulai sekarang juga!

I.  Kalimat Deklaratif : Merokok katanya Mengurangi Resiko Parkinson, kemudian Nikotin membunuh kuman penyebab tuberculosis (TBC), Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke, dan Perokok terhindar dari anemia. Selain itu beberapa orang mengatakan dengan merokok orang terlihat gaul, maco, keren, dan trendy
J. Kalimat Introgatif : Lalu apa kerugian merokok?


TEKS EKSPOSISI

A.   Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah jenis teks yang berisi tentang paparan pendapat pribadi terhadap suatu permasalahan.

B.   Tujuan Teks Eksposisi
Teks eksposisi bertujuan untuk memberi penjelasan atau informasi tanpa didasari maksud tertentu.

C. Jenis Teks Eksposisi

1.   Eksposisi definisi
Batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.
Contoh :

Brokoli (Brassica oleracea ) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang ditengarai memiliki aktivitas antikanker. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, manfaat brokoli untuk kecantikan memang belum begitu dikenal masyarakat luas.

2.   Eksposisi berita
Berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar.
Contoh :

Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat. Pantauan di sejumlah pedagang di Sukoharjo didapati tumpukan gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong. Mereka mengaku belum mendapatkan kiriman sejak dua hingga tiga hari yang lalu.  “Stok kosong, semua ada 15 tabung belum dapat kiriman dari pangkalan. Akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Agus Gunawan salah satu pedagang gas elpiji asal Sukoharjo Kota, Kamis (18/09/2014).


3.   Eksposisi ilustrasi
Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide.
Contoh :

Kegiatan yang bersifat harian relatif menimbulkan kemacetan, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Di bagian utara, termasuk Sleman misalnya, kemacetan setiap pagi dan sore dapat dirasakan misalnya pada ruas Jalan Nyi Condrolukito (AM Sangaji), Jalan Affandi (Gejayan), serta Jalan Kaliurang terutama pada persimpangan dengan Jalan Lingkar Utara. Hal yang sama terjadi pada wilayah lain yang memiliki para pekerja dan anak sekolah relatif besar di Kota Yogyakarta, misalnya Bantul. Seperti diketahui, ketiga wilayah ini memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang membentuk aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul).

4.   Eksposisi proses
Sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
Contoh :

Manfaat wortel untuk wajah di antaranya bisa digunakan sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah, tidak banyak yang tahu. Cara membuat masker ini dengan memblender atau memarut sampai lembut. Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan kerutan.

5.   Eksposisi analisis
Proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
Contoh :

Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …

6.   Eksposisi klasifikasi
Membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori.
Contoh :

Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.

7.   Eksposisi perbandingan
Menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
Contoh :

Olahraga Jogging merupakan salah satu jenis olahraga murah, aman, dan bisa dilakukan di mana saja. Jogging dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, taman, pantai ataupun pegunungan dan memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan olahraga diving, tak hanya mahal tetapi olahraga ini hanya dapat dilakukan  di laut. Selain membutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diving juga olahraga yang cukup berisiko.


8.   Eksposisi pertentangan
Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah "akan tetapi", "meskipun begitu", "sebaliknya".
Contoh :

Masyarakat di daerah perkotaan terbiasa dengan kehidupan yang serba modern. Alat komunikasi, transportasi, dan teknologi informasi yang canggih menyebabkan mereka cenderung malas dan kurang bersosialisasi.  Sebaliknya, masyarakat pedesaan terpencil terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Mereka menggunakan peralatan, transportasi, dan teknologi yang masih tradisional. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi antarmasyarakat.

Contoh Teks Eksposisi, Struktur Eksposisi, dan Ciri Bahasa Eksposisi
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anomali

Di tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.

Namun menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. ”Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun. Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat yang bersumber dari naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang dari pertumbuhan kredit khususnya kredit konsumsi.

Faktor ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong ekspor bahan mentah, seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, sehingga tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan. Terakhir, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi luar negeri yang membuat sumber daya alam kian dikuasai asing.

Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, A Tony Prasetiantono menyatakan, sektor domestik mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. ”Transmisi krisis global melalui penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan baru akan terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Lagi pula, kontribusi ekspor terhadap PDB tidak besar,” kata Tony.

Hal senada disampaikan ekonom Mirza Adityaswara. Sejumlah sektor ekonomi dalam negeri tumbuh karena didorong oleh suku bunga rendah yang tampak dari tumbuhnya kredit 26-28 persen (tahunan) sekaligus didorong oleh harga bahan bakar minyak (BBM) yang rendah karena masih disubsidi.
”Maka dari itu, pertumbuhan tinggi dialami sektor yang berorientasi dalam negeri, seperti perdagangan, manufaktur, otomotif, transportasi, komunikasi, dan konstruksi,” kata Mirza. Dia menambahkan, akibat pertumbuhan tinggi sektor yang berorientasi dalam negeri, kecenderungan defisit neraca perdagangan akan semakin besar.

Menurut Tony, belanja pemerintah yang lebih cepat dan besar juga cukup membantu pertumbuhan. Seiring hal itu, inflasi yang terkendali di bawah 5 persen cukup membantu, meski hal tersebut ada efeknya, yaitu subsidi energi terus membengkak yang sebenarnya cenderung tidak sehat.

Struktur Teks Eksposisi
1. Pernyataan pendapat (tesis)
a.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif
b.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2. Argumentasi
Paragraf 4, 5, dan 6
3. Penegasan Ulang Pendapat
Paragraf 7, 8, 9, dan 10

Ciri Bahasa Teks Eksposisi
1.    Bersifat Informatif
2.    Bersifat Objektif
3.    Berdasarkan Fakta-Fakta
4.    Selalu menggunakan kara pronomina (Kita atau Saya)
5.    Selalu menggunakan konjungsi pada kenyataannya, kemudian atau lebih lanjut (kata hubung)
6.    Menggunakan kata ganti/ Pronomina
7.    Ada Kalimat Langsung
8.    Memakai Istilah
9.    Memakai Bahasa yang Baku

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

1. Pengertian teks observasi

      Teks laporan hasil observasi adalah gaya teks yang digunakan khusus untuk melaporkan hasil observasi secara sistematik atau teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil pengamatan (Observasi)

2. Ciri Kebahasaan teks observasi

    Teks laporan hasil observasi harus disusun dengan menggunakan bahasa yang jelas, tidak berbelit - belit dan mudah dipahami.

3. Struktur teks observasi

1. Pernyataan umum atau klasifikasi
    Berisi tentang informasi dasar mengenai hasil pengamatan yang telah dilakukan
2. Anggota (aspek yang dilaporkan)
    Berisi penjelasan yang mendetail tentang jalannya penelitian.

4. Kaidah teks observasi

1. Bersifat global dan universal
2. Merupakan hasil penelitian terkini
3. Menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
4. Objek yang dibicarakan atau yang menjadi pembahasan adalah objek tunggal
5. Tidak ada penutup dari pengarang

CONTOH LAPORAN HASIL OBSERVASI
SAPI

Sapi digolongkan sebagai hewan mamalia atau hewan yang menyusui. Sapi atau yang bernama Latin Bos Taurus mendapatkan tempat di Kingdom Animalia. Sapi Pemakan Tumbuhan(Rerumputan).
Sapi atau lembu adalah hewan ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia. Hasil sampingan, seperti kulit, jeroan, dan tanduknya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai sebagai penggerak alat transportasi, pengolahan lahan tanam (bajak), dan alat industri lain (seperti peremas tebu). Karena banyak kegunaan ini, sapi telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.

Sapi yang baru Lahir beratnya mencapai 25-45 Kg. Tetapi saat dewasa, Beratnya bisa mencapai rata-rata 1,090 Kg. Beratnya ini pun tergantung jenis atau Ras nya. Umurnya rata-rata mencapai 15 tahun. Tahun Lalu, Presiden kita berkurban dengan sapi jenis Ongole Kualitas Terbaik.

Daging sapi (Bahasa Inggris: beef) adalah daging yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi makanan. Di setiap daerah, penggunaan daging ini berbeda-beda tergantung dari cara pengolahannya. Sebagai contoh has luar, daging iga dan T-Bone sangat umum digunakan di Eropa dan di Amerika Serikat sebagai bahan pembuatan steak sehingga bagian sapi ini sangat banyak diperdagangkan. Akan tetapi seperti di Indonesia dan di berbagai negara Asia lainnya daging ini banyak digunakan untuk makanan berbumbu dan bersantan seperti sup konro dan rendang.







MAKALAH ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA


DAMPAK PENGGUNAAN ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA  TERHADAP ASPEK KEHIDUPAN








Disusun Oleh:
Yurista Febriani A.S.

VIII – B


Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi
MTs NEGERI SIDOREJO
PURWOHARJO – BANYUWANGI
Tahun Ajaran 2014 / 2015


KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mengenai Zat Adiktif dan Psikotropika. Makalah ini kami buat dengan penuh ketelitian dan kami rangkum dari beberapa sumber yang dapat dipercaya.
Makalah ini kami harap dapat bermanfaat bagi pembaca mengingat banyaknya pemanfaat negatif dari zat adiktif dan psikotropika. Dengan adanya makalah ini kami harap kita semua dapat terhindar dari dampak negatif zat adiktif dan psikotropika.Zat adiktif dan psikatropika adalah zat berbahaya yang telah diakui secara internasional.  Namun zat adiktif dan psikotropika juga memiliki pemanfaatan yang positif. Mengenai pemanfaatan zat adiktif dan psikotropika akan kami ulas melalui makalah ini. Kami telah menyediakan sebuah bacaan yang bermanfaat. 

Demikianlah usaha kami mempersembahkan yang terbaik kepada para pembaca, semoga buku ini dapat bermanfaat. Atas segala kekurangan kami mohon maaf.


Sidorejo, November 2014


Penyusun


DAFTAR ISI

Halaman Judul  
Kata Pengantar
Daftar Isi  
BAB I    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    1.2 Tujuan
    1.3 Manfaat 
BAB II    TINJAUAN PUSTAKA  
    2.1 Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropika
        2.1.1 Zat Adiktif 
        2.1.2 Psikotropika
    2.2 Dampak
        2.2.1 Dampak Kesehatan 
        2.2.2 Dampak Sosial
BAB III    SANKSI 
BAB IV    PENUTUP
    4.1 Kesimpulan 
    4.2 Saran
Daftar Pustaka 
   

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Zat adiktif dan psikotropika merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan.Zat ini memiliki dampak yang positif dan negatif dalam penggunaannya namun banyak masyarakat yang menyalahgunakannya.

Bagi tim medis zat ini bermanfaat untuk membius dan mengurangi rasa sakit. Penggunaan zat ini telah diatur dalam UU

      Dalam kehidupan sehari-hari zat adiktif dan psikotropika banyak tersebar di lingkungan masyrakat terutama para remaja. Zat ini juga banyak digunakan dalam pembuatan obat-obat terlarang seperti narkoba. Oleh karena bahayanya zat ini,maka perlu disediakan bacaan mengenai zat adiktif dan psikotropika yang memiliki informasi sekitar bahaya, pemanfaatan, dan dampak penggunaan zat in. Maka dari itu makalah ini dibuat agar kita semua lebih tahu mengenai zat adiktif dan psikotropika sehingga kita dapat membedakan mana yang sisi baik dan buruk dari zat adiktif dan psikotripika.

1.2  Tujuan 

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
{     Untuk menjelaskan pengertian zat adiktif dan psikotropika.
{     Menjelaskan dampak negatif zat adiktif dan psikotropika bagi kesehatan, ekonomi dan sosial.
{     Memberikan informasi bagi pembaca seputar zat adiktif dan psikotropika

1.3  Manfaat

Adapun manfaat dari Makalah ini adalah :
{     Pembaca dapat mengetahui dampak penggunaan zat adiktif dan psikotropika
{     Pembaca dapat mengenal tentang zat adiktif dan psikotropika.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropika
           
      2.1.1 Zat Adiktif
                
Zat adiktif adalah istilah untuk zat-zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan psikologis yang panjang (drug dependence). Kelompok zat adiktif adalah narkotika (zat atau obat yang berasal dari tanaman) atau bukan tanaman, baik sintetik maupun semisintetik, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Jenis zat adiktif yaitu :

Narkotika. 

Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Narkotika terdiri dari 3 golongan :
1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh Narkotika golongan I terdiri dari 26 macam, antara lain opium mentah, candu, kokain, ganja, THC, dan heroin.

2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. Narkotika golongan II terdiri dari 87 macam, contohnya morfin dan opium,dan Petidin.

3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.. Narkotika golongan III terdiri dari 14 macam, contohnya etil morfin dan kodein.

Zat Adiktif Lainnya :
Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi :

1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :

a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )
c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).

2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.

3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.

2.1.2       Psikotropika

Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.

Psikotropika terdiri dari 4 golongan :

1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi. Zat psikotropika golongan I terdiri dari 26 macam

2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine. Zat psikotropika golongan II terdiri dari 14 macam.

3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital. . Zat psikotropika golongan III terdiri dari 9 macam.

4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ). . Zat psikotropika golongan IV terdiri dari 60 macam.

            Jenis-jenis psikotropika:

1.       Psikotropika yang tidak digunakan untuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang  sangat kuat. Contoh : LSD,MDMA, dan mascalin.
2.       Psikotropika yang berkhasiat tetapi dapat menimbulkan ketergantungan seperti Amfetamin.
3.       Psikotropika dari kelompok hipnotik sedative, seperti Barbiturat. Efek ketergantungan sedang.
4.       Psikotropika yang efek ketergantungannya ringan,seperti Diazepam,Nitrazepam.


2.2           Dampak

Zat adiktif memiliki beberapa dampak penggunaan oleh manusia yang dapat dibagi menjadi 3,yaitu dampak kesehatan,dampak sosial,dan dampak ekonomi.

2.2.1       Dampak kesehatan

Dampak kesehatan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika.
1.        Mengurangi kemampuan darah dalam menyimpan oksigen karena zat ini mengandung racun yang berbahaya.
2.        Mengakibatkan kanker.
3.        Menyebabkan kesulitan dalam bernapas.
4.        Penurunan daya ingat.
5.        kerusakan hati/kanker hati.
6.        menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation).
7.        Menimbulkan semangat.
8.        Merasa waktu berjalan lambat.
9.        Pusing,kehilangan keseimbangan tubuh/ mabuk.
10.    Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.
11.    Menimbulkan euphoria.
12.    Mual,muntah,sulit buang air besar.
13.    Kebingungan (konfusi).
14.    Berkeringat.
15.    Pingsan dan jantung berdebar-debar.
16.    Gelisah dan berubah suasana hati.
17.    Denyut nadi melambat.
18.    Tekana darah menurun.
19.    Otot-otot menjadi lemah.
20.    Pupil mengecil dan gangguan penglihatan.
21.    Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri.
22.    Banyak bicara.
23.    Gangguan kebiasaan tidur..
24.    Gigi rapuh,gusi menyusut karena kekurangan kalsium.
25.    Tekanan darah meningkat.
      
2.2.2       Dampak sosial

Dampak sosial yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika oleh manusia.
1.        Susah dalam bersosialisasi.
2.        Tidak percaya diri.
3.        Sulit pengendalian diri.
4.        Susah menyambung pembicaraan.
5.        Berpikiran negatif pada diri sendiri.
6.        Bergembira secara berlebihan.
7.        Lebih banyak berdiam diri.
8.        Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
9.        .Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
10.    .Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
11.    Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
12.    Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin..
13.    Mendorong pemakainya untuk melakukan tindak kriminal karena harganya mahal dan sudah ketergantungan terhadap obat itu,sehingga pemakai akan memaksakan diri untuk mengkonsumsi obat itu.



2.2.3      Dampak Ekonomi
Berikut ini beberapa dampak dalam bidang ekonomi akibat dari penggunaan zat adiktif dan zat psikotropika oleh manusia.
1.      Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
2.      Masalah keuangan. Obat-obatan yang dikonsumsi biasanya mahal.Namun, bila sudah kecanduan maka pengguna akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Mereka bisa menjual barang pribadi atau mengambil milik orang lain dan keluarga.
3.      Pemakai tidak akan dapat menabung dan memenuhi kebutuhan pokoknya sebagai manusia biasa,karena pemakai akan lebih mementingkan obat itu daripada kebutuhan pokoknya.


BAB III
SANKSI

Pengedar,produsen,dan pengguna zat adiktif dan psikotropika akan mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.Hukumannya telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia dan hukum negara.

TINDAK PIDANA PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF

1.    UNDANG-UNDANG No.8 TAHUN 1996 TENTANG RATIFIKASI   Convention On Psichotropic Substances 1971  (Konvensi Tentang Psikotropika 1971)
2.    UNDANG-UNDANGUNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 1992 TENTANG KESEHATAN.
3.    NO. 5 TAHUN 1997 TENTANG PSIKOTROPIKA.
4.    PERATURAN MENTERI KESEHATAN No. 124/MENKES/Pen/II/ 1993, TANGGAL 8 PEBRUARI 1993 TENTANG OBAT KERAS TERTENTU.

POKOK-POKOK SANKSI HUKUM NARKOTIKA

1.    Menggunakan untuk diri sendiri atau terhadap orang lain dikenakan ancaman pidana mulai dari maksimal 15 tahun minimal 2 tahun dan denda maksimal 5 milyar minimal 25 juta (pasal 78).
2.    Memiliki, menyimpan untuk dimiliki atau untuk persediaan atau menguasai narkotika golongan II  ancaman pidana mulai dari maksimal 12 tahun minimal 5 tahun dan denda maksimal 3 milyar - minimal 100 juta (pasal 79).
3.    Memproduksi, Mengolah, Mengekstraksi, Mengkonversi, Merakit Atau Menyediakan Narkotika Golongan I, Golongan II Dan Golongan III Dikenakan Ancaman Pidana Mulai Dari Maksimal Pidana Mati Minimal 4 Tahun Dan Denda Maksimal 7 Milyar Minimal 200 Juta (Pasal 80).
4.    Mengimport, mengeksport, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menukar narkotika  golongan I, atau golongan II atau golongan III dikenakan ancaman pidana mulai dari maksimal pidana mati minimal 4 tahun dan denda maksimal 7 milyar minimal 200 juta (pasal 82).
5.    Menggunakan narkotika terhadap orang lain atau memberikan narkotika  golongan I, atau golongan II atau golongan III dikenakan ancaman pidana mulai dari maksimal 20 tahun minimal 5 tahun dan denda maksimal 750 juta minimal 250 juta (pasal 84).
6.    Menggunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri , atau golongan II atau golongan III dikenakan ancaman pidana mulai dari maksimal 5 tahun minimal 2 tahun (pasal 85). 

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1  Kesimpulan

Zat adiktif dan psikotropika itu terdiri dari berbagai jenis dan golongan.Setiap penggunaan zat adiktif dan psikotropika akan mendapat dampak bagi kehidupan dan kesehatan.Untuk kesehatan tubuh,penggunaan zat adiktif dan psikotropika akan merusak beberapa fungsi organ dan mempengaruhi lancarnya kegiatan system organ.Untuk kehidupan,berdampak pada sosial dan ekonomi.Sedangkan untuk produsen,pengguna,dan pengedar zat adiktif dan psikotropika akan mendapat sanksi hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.Untuk di negara kita akan diberi sanksi yang sudah diatur dalam undang-undang dan peraturan hukum Negara Republik Indonesia.

4.2   Saran

Berikut beberapa saran yang dapat digunakan untuk menghindari zat adiktif dan psikotropika.
1.      Hindari para pengguna zat ini supaya kita tidak terpengaruh untuk menggunakannya.
2.      Selalu berpikir positif meskipun dalam keadaan yang genting atau pada saat mengalami kegagalan dan putus asa.
3.      Jangan pernah berpikir bahwa menggunakan zat adiktif dan psikotropika adalah salah satu jalan keluar dari masalah supaya masalah dapat terselesaikan,padahal itu merupakan jalan buntu dan akan memberikan masalah.
4.      Gunakan motto hidup yang positif.
5.      Berpikir untuk mencapai masa depan yang cemerlang.
6.      Jalani hidup dengan hal-hal yang positif dan menyenangkan.
7.      Selesaikan masalah dengan hati yang tenang dan pikiran yang dingin agar tidak mengarah pada arah yang negatif.
8.      Ikuti seminar atau penyuluhan mengenai zat adiktif dan psikotropika.
9.      Terapkan hidup untuk menjauhi zat adiktif dan psikotropika.
10. Gunakan waktu kosong untuk hal-hal positif.

DAFTAR PUSTAKA

1.       http://malikmakassar.wordpress.com/2008/10/05/zat-adiktif-dan-psikotropika/
2.      http://liaayus.wordpress.com/ipa-1/zat-adiktif-dan-psikotropika-3/
3.      http://id.wikipedia.org/wiki/Psikotropika
4.     http://organisasi.org/akibat-dampak-langsung-dan-tidak-langsung-penyalahgunaan-narkoba-pada-kehidupan-kesehatan-manusia
5.      http://requestartikel.com/dampak-negatif-zat-adiktif-dan-psikotropika-201105830.html
6.      http://pesanku.wordpress.com/2008/10/20/sanksi-pidana-atas-perbuatan-penyalahgunaan-dan -pengedaran-gelap-narkoba/
7.      Dian N.F.2008.Rumus Kimia Kantong Kimia SMP.Yogyakarta:Penerbit Pustaka Widyatama.